Be a Silent LOver or Nikah(i)lah… :-)

Image

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1435 H. semoga semakin barakah ^^ aamiin…

Satu lagi fase kehidupanku menuju kupu-kupu. kepompooonggg πŸ˜€ tau nggak sih? kepompong itu dianugerahi Allah kesabaran yang luar biasa? terbungkus rapat, sabar menanti saat yang tepat. Subhanallah ya? ketika sudah sampai masanya, ia menjelma menjadi kupu-kupu, sempurna, memikat cahaya. Bukankah kita merasakan kebahagiaan ketika melihatnya? πŸ™‚

Aslinya tulisan ini pesanan seorang teman, ^^ tentang bagaimana mencintai. Satu hal yang Na inget sampai sekarang adalah merahasiakannya sampai saat yang tepat. lho kok dirahasiakan? Karena cara mencintai yang paling mulia itu adalah diam (menjaga kesucian hatinya dan hati kita) atau cintai dia dalam pernikahan yang diridhoi Allah. Romantis kan? Mewujudkannya dalam pernikahan yang barokah, sakinah mawaddah, warohmah ^^. insyaAllah itu adalah salah satu fase yang kita inginkan di dunia ini untuk menggapai akhirat. Semoga Allah mudahkan usaha kita ya πŸ˜‰ aamiin

Beberapa waktu yang lalu, Na sempat ikut kajiannya Ust Felix Siauw. Pengen berbagi dengan para pembaca blog-nya Na. hihihi padahal seringnya sepi ya? khusus saudari-saudariku yang sholihah aja deh kalo gitu :-D. Sebenarnya, yang disampaikan beliau dalam kajian kemarin, masih seputar bukunya #UdahPutusinAja. next lah…

Menikahlah…

cinta itu ada karena terbiasa πŸ˜‰ Witing tresna jalaran seka kuliner hehehe begitulah kita-kira plesetan yang diucapkan Ust Felix Siauw ketika mengawali Grand Seminar Menikahlah… (Convention Hall UIN SuKa; 27/10/13). Beliau banyak memaparkan tentang “kepantasan” untuk menikah. jadi, bukan sekedar “ingin” dan “butuh” menikah saja. Loh? Apa bedanya? Ketika kita memutuskan menikah karena keinginan semata biasanya akan sengsara belakangan. Kalau kata Ust. Syatori, menikah karena ingin itu seperti orang yang merokok yang akan dibuang ketika tidak ada lagi bagian yang bisa dihisap. Sedangkan menikah karena butuh itu banyak dilakukan oleh orang yang punya ‘kemampuan’ tetapi takut terjerumus dosa. Tapi, lihatlah, banyak pernikahan yang berakhir pada perselingkuhan ketika hanya mendasarkan ‘butuh’ saja.Β Eh, Balik ke Ust Felix Siauw… Ada beberapa poin yang Na rangkum.

1. Melandaskan niat karena Allah dan memilih pasangan karena ketaatannya pada Allah. ketika seluruhnya sudah dilandaskan pada satu alasan, Allah SWT, sisanya yang ada pada pasangan kita adalah bonus. πŸ˜€

2. Jodoh Itu diusahakan dan dipantaskan. Mencintai itu fitrah setiap insan baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Menikah pun tak lantas menjadikan kita kebal jatuh cinta dengan seseorang yang bukan pasangan kita. kalau kata Om Mario Teguh sih gini, jatuh cinta itu untuk semuanya, tetapi setia hanya untuk jiwa-jiwa yang berkelas. ce ileee.. πŸ˜€ back to komitmen yang mengikat dua insan tersebut dalam perjanjian yang berat dan bisa mengelola hati dengan tepat. :-D. Jangan pernah memulai sesuatu yang tidak pernah bisa kita selesaikan.

3. Memantaskan Diri. Bagaimana menilai kita sudah pantas atau belum? Apakah bisa dilihat langsung? atau dilihat dari usia? Sebenarnya masalah kepantasan ini dapat dicek dari orang-orang terdekat kita, Bapak dan Ibuk. Sudahkah kita menumbuhkan kepercayaan beliau berdua pada kita? Meyakinkan beliau berdua bahwa kita bisa? meyakinkan bahwa kita sudah mampu dan pantas menikah dengan ilmu, iman, mental kita, fisik, dan juga material?

Nah, kalau sudah niat dan preparasi kepantasan menikah itu sudah dilakukan, tinggal optimalkan ikhtiar kita. Khitbah, ta’aruf dengan akad yang jelas, kemudian melaksanakan akad dan walimah. Halal menuju sakinah, mawaddah, rohmah, dan barokah :-D.

pada akhir sesi ceramah Ust Felix Siauw, ada yang bertanya tentang bagaimana cara meyakinkan bahwa jodoh kita tepat atau tidak. Rasa Yakin atau Mantap itu datangnya dari Allah. Jadi, selama kita menyandarkan semua pada Allah, insyaAllah tepat. πŸ˜€

Jadi Inget lagunya Kalau Jodoh, tak lari kemana… bener, nggak akan lari (diem di tempat) hehe, sama lagunya AfganΒ Jodoh pasti bertemu… @_@ iyaaa kalau nggak dijemput dengan memantaskan yaa ketemu sih ketemu, tapi jadi tamu. Hehehe.

Oke, ceritanya sampai sini dulu deh, lain waktu posting lagi yang lain πŸ˜€ insyaAllah..

MULAILAH dengan sesuatu yang baik, SENDIRI karena ALLAH, MENIKAH karena ALLAH

Semoga Allah menjaga hati kita dan mengilhamkan rasa cinta di hati kita untuk pasangan kita kelak. Menjadikan satu yang terserak. Menumbuhkannya dalam barakah ^^ InsyaAllah.. Ingat, semua hanyalah bagian dari proses berputarnya waktu, skenario milik Allah yang Maha Sempurna. Selalulah bersyukur dan bersabar. Bersyukurlah saat Allah karuniakan kebahagiaan dan bersabarlah saat Allah hentikan kebahagiaan itu. Tetap semangat yaa sahabat ^^ semoga bermanfaat -Na 6/11/13; 0:27 WIB-

Advertisements