Hai ^^

Hai, sapamu,
Malu-malu mengintip di balik tirai waktu
Jendelaku?
berbulan-bulan kau sibuk menuju kaca jendelaku agar bisa kulihat setiap pagi, uraimu.
Aku mengerjap takjub, masih tak percaya.
Begitukah? Padahal sebelumnya selalu luput
Kau pun terbahak,
Dalam pesanmu pagi ini,
Celotehan sunyi dan titik-titikmu di kaca jendelaku, kau menunggu,

Diam aku, mengamati, kubiarkan beberapa kali hujan menyapu jejakmu, suatu hari kubiarkan cahaya membawamu sirna, sesekali kusapa mendung di jendela tanpa hiraukanmu. Dan kau masih menunggu..

diamku? Apakah tidak cukup membuatmu terhenti?

diamku? ah iya, apalah artinya jika aku masih mengizinkanmu ada di kaca jendelaku?

Diamku, saat seharusnya kau berhak mendapat jawab,
atau Sekedar mendengarku mengucap “hai”

Namun aku masih diam, dan kau masih menunggu di kaca jendelaku,
Lama

*Menemukan embun di bawah bulan yang sama, Juni; petikan dawai, beresonansi dalam bulan ke delapan, semoga barokah di tiap keputusan ^^ aamiin*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s