Cheese Cake with Blueberry Topping ala Na ^^

na's  cheese cake topping

Berawal dari rasa bosan melihat si keju tiap kali buka kulkas. hehehe. Maka, siang ini diambilah keputusan untuk mengeksekusinya. πŸ˜€ dibikin apa yaa? Awalnya pengen banget bikin pizza, jadi mengeksekusi si mozarella dulu untuk jadi topping. Namun, karena setelah dipikir-pikir ngerjainnya lebih ribetΒ  dan keburu nanti kerja lembur, akhirnya pilihan jatuh pada cream cheese terlebih dahulu. πŸ˜€ sisa red velvet bulan Juni kemarin. :S

Oke, langsung saja. untuk resep browsingan internet dari beberapa sumber. yang kemudian dimodifikasi habis-habisan sama pemilik dapur. wkwk. Biarlah. hasilnya memang tidak selembut resep aslinya sih. kembali lagi, masalah selera dan tanganan lah :-P. hasil masakan masing-masing orang bisa beda-beda πŸ˜€ yang penting enaaak ajah, full of love in every slice. :-p

Bahan:

60 gr terigu (Na pake segitiga biru)

60 gr butter (krn ga ada Na pake margarin ajah :p)

250 gr creamcheese (suhu ruang)

120 ml whipcream (karena ga ada juga, Na ganti pake creamcheese juga hehe, jadi total creamcheesenya 400 gr πŸ˜€)

3 butir kuning telur

1 butir telur utuh

5 butir putih telur

2 sdt parutan kulit jeruk lemon

ΒΌ sdt garam

125 gr gula pasir

1 sdm air jeruk lemon

 

Cara Membuat:

  1. Siapkan loyang bulat diameter 20 or 22 cm. Oles margarin, alasi dengan kertas roti. Panaskan oven suhu 150o C (T_T indikator suhu ovenku ngga mau jalan. Jadi Cuma asal panas saja tadi, dengan api besar)
  2. Campur dan ayak terigu serta maizena. Sisihkan
  3. Campur butter, cream cheese dan whipcream. Panaskan dengan api kecil sampai leleh saja. Kemudian angkat. Masukkan campuran terigu dan maizena, aduk rata. Masukkan kuning telur dan telur utuh, aduk, tambahkan parutan kulit jeruk lemon, aduk rata.
  4. Kocok putih telur hingga berbusa, masukkan gula, garam dan air jeruk lemon. Kocok lagi hingga adonan lembut dan mengembang (softpeak). Ambil sepertiga adonan, campur rata dengan adonan creamcheese. Kemudian baru dicampurkan dengan sisa adonan putih telur tadi. Aduk sampai tercampur rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang yang telah disiapkan. Panggang dengan cara aufbainmarie atau panggang dengan loyang berisi air di bawahnya. (Na pakai loyang bawaan oven dan satu loyang yang agak tinggi untuk menampung air. Kemudian melapisi si loyang bulat dengan alumunium foil biar air nggak tembus ke dalam. Hehe)
  6. Panggang selama 60-75 menit (tergantung oven masing-masing) sampai permukaan kue menguning atau menjadi coklat keemasan. Angkat, dinginkan kemudian keluarkan dari loyang. Cover dengan glaze sesuai selera πŸ˜€ bisa pakai apa saja sih. Kalau Na pake selai blueberry 2 sdm+air 2 sdm, larutkan di atas api kecil. Kemudian baru digunakan untuk melapisi cake. Hasilnya lumayan cantik lah πŸ˜€ plus red cherry di tengahnya. Anggun πŸ˜€ hwehehe. Selamat menikmati ^^

Advertisements

salahku, sahabatku -frau-

Menjaga hati sahabatku, mencuri waktu untuk bertemu
Rasakan perih sahabatku, membuang waktu untuk cemburu
Terbersit barang sedetik kita jauh
Hilanglah kita jatuh
Terbersit barang sedetik kita jatuh
Kau tersungkur, tersungkur, dan jauh
Lalu ku tersungkur, tersungkur, dan jatuh, dan jauh

Habiskan hati sahabatku, mencari ragu untuk dibunuh
Menangkap nyali sahabatku, mengisi jantung seakan candu
Petik sakit, percayai, sangka baik, takkan sulit
Beri, trima, senyum, hina, sakit, rasa, tawa sahabat

sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa ~Frau~

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Di gigir yang curam dan dunia tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulang kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulangΒ  kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan

Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,
karena kita, telah bercinta di luar angkasa

Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,
karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

Hai ^^

Hai, sapamu,
Malu-malu mengintip di balik tirai waktu
Jendelaku?
berbulan-bulan kau sibuk menuju kaca jendelaku agar bisa kulihat setiap pagi, uraimu.
Aku mengerjap takjub, masih tak percaya.
Begitukah? Padahal sebelumnya selalu luput
Kau pun terbahak,
Dalam pesanmu pagi ini,
Celotehan sunyi dan titik-titikmu di kaca jendelaku, kau menunggu,

Diam aku, mengamati, kubiarkan beberapa kali hujan menyapu jejakmu, suatu hari kubiarkan cahaya membawamu sirna, sesekali kusapa mendung di jendela tanpa hiraukanmu. Dan kau masih menunggu..

diamku? Apakah tidak cukup membuatmu terhenti?

diamku? ah iya, apalah artinya jika aku masih mengizinkanmu ada di kaca jendelaku?

Diamku, saat seharusnya kau berhak mendapat jawab,
atau Sekedar mendengarku mengucap “hai”

Namun aku masih diam, dan kau masih menunggu di kaca jendelaku,
Lama

*Menemukan embun di bawah bulan yang sama, Juni; petikan dawai, beresonansi dalam bulan ke delapan, semoga barokah di tiap keputusan ^^ aamiin*

Welcome home, Na… :-*

Rasanya lima watt. =_=, tp pengen corat coret di dapur rumah kedua ini. Kangeeen >_ Tiba-tiba langsung banyak pertanyaan. Heran kata mereka. (Mari ngeteh dulu πŸ˜€



)



From A to Z, entah mengapa begitu meledak-ledak dan penuh warna :-D. Kanan katanya, aku spontan tertawa. Banyak doa untuk Na rupanya ^^ terimakasih Allah, selalu penuh keajaiban untukku atas perkenan-Mu… Alhamdulillah…



menanti embun πŸ˜‰


Mengikhlaskan

Setelah semalaman menemaniku nggarap laporan, akhirnya ngadat juga si item. yah, mau bagaimana lagi, sepertinya memang harus beristirahat lebih lama lagi. time to say goodbye with him. semoga Allah ganti dengan yang lebih baik. thanks yah, item, sudah menemani perjuanganku selama ini. πŸ™‚