Biarkan aku bercahaya

Bising senja, menanti seruan Tuhan di persimpangan jalan kota ini. Pengap, mengasapiku, benar-benar merampas sepiku ketika berdiam diri
Menanti gulita, cinta…
Berulang kali bisikku padamu.
Namun dengan sengit kau berpijar kelabu, jauh di ufuk senja itu.
Masih kau peluk jingga itu, erat.
Aku berbisik lagi, masih tetap menantinya, cinta..
Namun dengan pongah kau guratkan merah jambu pada bayi gulitaku.
Terdiam aku, menunggu  dan memohon agar waktu segera merampasmu.
Agar waktu segera menjadikanku satu-satunya dalam peluk gulita,
Tanpamu, cinta…
Biarkan aku bercahaya…

(maghrib di bawah langit karangmalang, Jogja, 23 aug 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s