Bernanung pada rembulan yang sama

Episode memantaskan diri… 😀

ketika kita bernaung pada rembulan yang sama, bukankah kita menggenggam waktu yang sama pula? sekalipun Tuhan perkenankan sang waktu lebih dahulu melintasi kita, di titik ini? titik yang sempurna di saat Tuhan telah berkehendak dengan kesempurnaan-Nya. rasanya seperti menghitung detak jam saat  begitu jelas  jantung ini  berdegup dengan begitu cepatnya. masyaAllah…

Ribuan kata tak akan cukup menggambarkannya. Tak akan cukup dengan analogi apapun ketika takdir-Nya tergenggam dan menjadi milik kita secara sempurna.. inilah keajaiban yang selalu mendebarkan. Menentukan langkah di ujung jalan, yang sepenuhnya adalah milikmu 🙂 bagaimanakah melintasinya? “kamu punya Allah, Na…” percakapan dengan diri sendiri akan selalu menjadi energi lebih, ketika hati ini saling menguatkan dengan pemiliknya. semoga Allah kuatkan kita 🙂 aamiin…

Senin pagi ba’da sholat dhuha keajaiban itu datang dengan perkenan Allah… membawaku dalam lautan ilmu. hehe, insyaAllah… karena di luar rencanaku, sungguh inilah rencana-Nya yang berjalan dengan sempurna ^_^/ sepanjang jalan itu bersamaMu, menemukan-Mu dalam setiap hembus nafasku. Justru di sepanjang jalan itu banyak dialog antara kita, berproses secara sempurna. refleksi curhatan dengan-Mu Ramadhan kemarin Yaa Rabb…

membaca beberapa catatan teman yang akhirnya sudah duluan. hiks.. hahaha lebay deh :p alhamdulillah, terucap syukur yang membahagiaan, semoga penuh kebarokahan :). dalam satu waktu, ternyata mendekati-Mu itu berarti mendekatkan mereka yang mendekati-Mu juga Yaa Rabb? menuangkan doa-doa yang akhirnya Kau ijabah dengan keajaiban-keajaiban. keadaan yang beberapa waktu lalu kurindukan, berkumpul dengan teman-teman yang shalihah.. Hingga akhirnya keputusan ekstrim di bulan kedua itu mengantarku kepada keajaiban yang melahirkan tawa dan dalam waktu yang sama telah menghamilkan derai airmata. (dalam hujan bulan ketiga itu, menghirup udara laut yang menyesakkan, hiks T_T rasanya pengen nyemplung laut deh, haha lebay @_@)

Menghirup asinnya udara pantai, waktu itu sih pengen banget lihat matahari tenggelam. 😦 tapi ternyata si mendung merebut view itu dariku 😦 😦 akhirnya hujan menggiring kami pulang. suntuk di dalam mobil, akhirnya ketiduran (man of sleep mode: on deh, wkwk golongan darah O ^^) loh kok jadi jalan-jalan ini? @_@

Semalam, tanda itu berulang. Semacam His, entahkah His palsu atau His sejati yang memang sudah saatnya dilahirkan. hehe. Ayat-ayat cinta-Mu, tentu… 🙂 selalu penuh cahaya, kataku… ^^ Alhamdulillah…

Sebenernya sih, kemarin siang, setelah dibuat berkaca-kaca di sepanjang jalan, setengah iri juga dengan mereka yang menemukan-Mu secara sederhana tapi luar biasa. Dan mereka saling menemukan karena-Mu. keren lah, dalam Ke”sama”an itu. 😀 Bukan hanya berarti sekufu loh, tapi benar-benar “sama”. Well, akhirnya aku terbaca juga kemarin siang. layaknya buku yang terbuka… “Tak pernah mudah memang, tapi seringkali kita banyak menghitung dengan Allah, Na..” mendadak speechless “kita tidak pernah tahu yang terbaik untuk kita, sudah saatnya kita beribadah dengan hati..” what a surprise? :-O

kejutan apa lagi yah selama 2 pekan ke depan? harus belajar banyak nih memantaskan diri di jalan ini… Bismillah.. ^^ semoga Allah mudahkan semuanya. Melahap buku-buku yuuuk 😀 😀 eeeh @_@ jadi rayap, *cling* semoga Allah jadikan pribadi yang penuh manfaat esok hari, memikat cahaya, dan menjadikannya penerang dalam gulita, seperti rembulan 🙂 semoga purnama malam ini memenjarakan malam dengan cantik, menyalakan lukisan Tuhan yang memijarkan mimpi-mimpi kita.

(menanti Desember, 23 august 2013, sahurku ^_^, dalam doaku…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s